<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923</id><updated>2011-04-21T13:54:22.849-07:00</updated><category term='kegiatan'/><category term='bahasa hati'/><category term='kisah'/><category term='artikel'/><title type='text'>................HARAPAN ITU MASIH ADA</title><subtitle type='html'>hidup sulit dan harus berbagi, hidup nyaman dan memberi manfaat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-6516186303540381690</id><published>2009-04-17T02:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T02:44:33.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa hati'/><title type='text'>menikah kenapa takut</title><content type='html'>Menikah, Kenapa Takut?&lt;br /&gt;Oleh: DR. Amir Faishol Fath&lt;br /&gt;Kirim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup di zaman yang mengajarkan pergaulan bebas, menonjolkan aurat, dan mempertontonkan perzinaan. Bila mereka berani kepada Allah dengan melakukan tindakan yang tidak hanya merusak diri, melainkan juga menghancurkan institusi rumah tangga, mengapa kita takut untuk mentaati Allah dengan membangun rumah tangga yang kokoh? Bila kita beralasan ada resiko yang harus dipikul setelah menikah, bukankah perzinaan juga punya segudang resiko? Bahkan resikonya lebih besar. Bukankankah melajang ada juga resikonya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup, bagaimanapun adalah sebuah resiko. Mati pun resiko. Yang tidak ada resikonya adalah bahwa kita tidak dilahirkan ke dunia. Tetapi kalau kita berpikir bagaimana lari dari resiko, itu pemecahan yang mustahil. Allah tidak pernah mengajarkan kita agar mencari pemecahan yang mustahil. Bila ternyata segala sesuatu ada resikonya, maksiat maupun taat, mengapa kita tidak segera melangkah kepada sikap yang resikonya lebih baik? Sudah barang tentu bahwa resiko pernikahan lebih baik daripada resiko pergaulan bebas (baca: zina). Karenanya Allah mengajarkan pernikahan dan menolak perzinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering ngobrol, dengan kawaan-kawan yang masih melajang, padahal ia mampu untuk menikah. Setelah saya kejar alasannya, ternyata semua alasan itu tidak berpijak pada fondasi yang kuat: ada yang beralasan untuk mengumpulkan bekal terlebih dahulu, ada yang beralasan untuk mencari ilmu dulu, dan lain sebagainya. Berikut ini kita akan mengulas mengenai mengapa kita harus segera menikah? Sekaligus di celah pembahasan saya akan menjawab atas beberapa alasan yang pernah mereka kemukakan untuk membenarkan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu Fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala menegakkan sunnah-Nya di alam ini atas dasar berpasang-pasangan. Wa min kulli syai’in khalaqnaa zaujain, dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan (Adz-Dzariyaat: 49). Ada siang ada malam, ada laki ada perempuan. Masing-masing memerankan fungsinya sesuai dengan tujuan utama yang telah Allah rencanakan. Tidak ada dari sunnah tersebut yang Allah ubah, kapanpun dan di manapun berada. Walan tajida lisunnatillah tabdilla, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah (Al-Ahzab: 62). Walan tajida lisunnatillah tahwiila, dan kamu tidak akan mendapati perubahan bagi ketetapan kami itu. (Al-Isra: 77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melanggar sunnah itu berarti kita telah meletakkan diri pada posisi bahaya. Karena tidak mungkin Allah meletakkan sebuah sunnah tanpa ada kesatuan dan keterkaitan dengan sIstem lainnya yang bekerja secara sempurna secara universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dengan kecanggihan ilmu dan peradabannya yang dicapai, tidak akan pernah mampu menggantikan sunnah ini dengan cara lain yang dikarang otaknya sendiri. Mengapa? Sebab, Allah swt. telah membekali masing-masing manusia dengan fitrah yang sejalan dengan sunnah tersebut. Melanggar sunnah artinya menentang fitrahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sikap menentang fitrah ini terus-menerus dilakukan, maka yang akan menanggung resikonya adalah manusia itu sendiri. Secara kasat mata, di antara yang paling tampak dari rahasia sunnah berpasang-pasangan ini adalah untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia dari masa ke masa sampai titik waktu yang telah Allah tentukan. Bila institusi pernikahan dihilangkan, bisa dipastikan bahwa mansuia telah musnah sejak ratusan abad yang silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang nyeletuk, tapi kalau hanya untuk mempertahankan keturunan tidak mesti dengan cara menikah. Dengan pergaulan bebas pun bisa. Anda bisa berkata demikian. Tetapi ada sisi lain dari fitrah yang juga Allah berikan kepada masing-masing manusia, yaitu: cinta dan kasih sayang, mawaddah wa rahmah. Kedua sisi fitrah ini tidak akan pernah mungkin tercapai dengan hanya semata pergaulan bebas. Melainkan harus diikat dengan tali yang Allah ajarkan, yaitu pernikahan. Karena itulah Allah memerintahkan agar kita menikah. Sebab itulah yang paling tepat menurut Allah dalam memenuhi tuntutan fitrah tersebut. Tentu tidak ada bimbingan yang lebih sempurna dan membahagiakan lebih dari daripada bimbingan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman fankihuu, dengan kata perintah. Ini menunjukan pentingnya hakikat pernikahan bagi manusia. Jika membahayakan, tidak mungkin Allah perintahkan. Malah yang Allah larang adalah perzinaan. Walaa taqrabuzzina, dan janganlah kamu mendekati zina (Al-Israa: 32). Ini menegaskan bahwa setiap yang mendekatkan kepada perzinaan adalah haram, apalagi melakukannya. Mengapa? Sebab Allah menginginkan agar manusia hidup bahagia, aman, dan sentosa sesuai dengan fitrahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekati zina dengan cara apapun, adalah proses penggerogotan terhadap fitrah. Dan sudah terbukti bahwa pergaulan bebas telah melahirkan banyak bencana. Tidak saja pada hancurnya harga diri sebagai manusia, melainkan juga hancurnya kemanusiaan itu sendiri. Tidak jarang kasus seorang ibu yang membuang janinnya ke selokan, ke tong sampah, bahkan dengan sengaja membunuhnya, hanya karena merasa malu menggendong anaknya dari hasil zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bagaimanan akibat yang harus diterima ketika institusi pernikahan sebagai fitrah diabaikan. Bisa dibayangkan apa akibat yang akan terjadi jika semua manusia melakukan cara yang sama. Ustadz Fuad Shaleh dalam bukunya liman yuridduz zawaj mengatakan, “Orang yang hidup melajang biasanya sering tidak normal: baik cara berpikir, impian, dan sikapnya. Ia mudah terpedaya oleh syetan, lebih dari mereka yang telah menikah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah Itu Ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Ar-Rum: 21, Allah menyebutkan pentingnya mempertahankan hakikat pernikahan dengan sederet bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam semesta. Ini menunjukkan bahwa dengan menikah kita telah menegakkan satu sisi dari bukti kekusaan Allah swt. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. lebih menguatkan makna pernikahan sebagai ibadah, “Bila seorang menikah berarti ia telah melengkapi separuh dari agamanya, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah pada paruh yang tersisa.” (HR. Baihaqi, hadits Hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi dari sisi ibadah sosial. Dimana sebelum menikah kita lebih sibuk dengan dirinya, tapi setelah menikah kita bisa saling melengkapi, mendidik istri dan anak. Semua itu merupakan lapangan pahala yang tak terhingga. Bahkan dengan menikah, seseorang akan lebih terjaga moralnya dari hal-hal yang mendekati perzinaan. Alquran menyebut orang yang telah menikah dengan istilah muhshan atau muhshanah (orang yang terbentengi). Istilah ini sangat kuat dan menggambarkan bahwa kepribadian orang yang telah menikah lebih terjaga dari dosa daripada mereka yang belum menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ternyata pernikahan menunjukkan bukti kekuasan Allah, membantu tercapainya sifat takwa. dan menjaga diri dari tindakan amoral, maka tidak bisa dipungkiri bahwa pernikahan merupakan salah satu ibadah yang tidak kalah pahalanya dengan ibadah-ibadah lainnya. Jika ternyata Anda setiap hari bisa menegakkan ibadah shalat, dengan tenang tanpa merasa terbebani, mengapa Anda merasa berat dan selalu menunda untuk menegakkan ibadah pernikahan, wong ini ibadah dan itupun juga ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan dan Penghasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali saya mendapatkan seorang jejaka yang sudah tiba waktu menikah, jika ditanya mengapa tidak menikah, ia menjawab belum mempunyai penghasilan yang cukup. Padahal waktu itu ia sudah bekerja. Bahkan ia mampu membeli motor dan HP. Tidak sedikit dari mereka yang mempunyai mobil. Setiap hari ia harus memengeluarkan biaya yang cukup besar dari penggunakan HP, motor, dan mobil tersebut. Bila setiap orang berpikir demikian apa yang akan terjadi pada kehidupan manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum pernah menemukan sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw. melarang seorang sahabatnya yang ingin menikah karena tidak punya penghasilan. Bahkan dalam beberapa riwayat yang pernah saya baca, Rasulullah saw. bila didatangi seorang sahabatnya yang ingin menikah, ia tidak menanyakan berapa penghasilan yang diperoleh perbulan, melainkan apa yang ia punya untuk dijadikan mahar. Mungkin ia mempunyai cincin besi? Jika tidak, mungkin ada pakaiannya yang lebih? Jika tidak, malah ada yang hanya diajarkan agar membayar maharnya dengan menghafal sebagian surat Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang tergambar dari kenyatan tersebut adalah bahwa Rasulullah saw. tidak ingin menjadikan pernikahan sebagai masalah, melainkan sebagai pemecah persoalan. Bahwa pernikahan bukan sebuah beban, melainkan tuntutan fitrah yang harus dipenuhi. Seperti kebutuhan Anda terhadap makan, manusia juga butuh untuk menikah. Memang ada sebagian ulama yang tidak menikah sampai akhir hayatnya seperti yang terkumpul dalam buku Al-ulamaul uzzab alladziina aatsarul ilma ‘alaz zawaj. Tetapi, itu bukan untuk diikuti semua orang. Itu adalah perkecualian. Sebab, Rasulullah saw. pernah melarang seorang sahabatanya yang ingin hanya beribadah tanpa menikah, lalu menegaskan bahwa ia juga beribadah tetapi ia juga menikah. Di sini jelas sekali bagaimana Rasulullah saw. selalu menuntun kita agar berjalan dengan fitrah yang telah Allah bekalkan tanpa merasakan beban sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang masalah penghasilan hampir selalu menghantui setiap para jejaka muda maupun tua dalam memasuki wilayah pernikahan. Sebab yang terbayang bagi mereka ketika menikah adalah keharusan membangun rumah, memiliki kendaraan, mendidik anak, dan seterusnya di mana itu semua menuntut biaya yang tidak sedikit. Tetapi kenyataannya telah terbukti dalam sejarah hidup manusia sejak ratusan tahun yang lalu bahwa banyak dari mereka yang menikah sambil mencari nafkah. Artinya, tidak dengan memapankan diri secara ekonomi terlebih dahulu. Dan ternyata mereka bisa hidup dan beranak-pinak. Dengan demikian kemapanan ekonomi bukan persyaratan utama bagi sesorang untuk memasuki dunia pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Sebab, ada pintu-pintu rezeki yang Allah sediakan setelah pernikahan. Artinya, untuk meraih jatah rezki tersebut pintu masuknya menikah dulu. Jika tidak, rezki itu tidak akan cair. Inilah pengertian ayat iyyakunu fuqara yughnihimullahu min fadhlihi wallahu waasi’un aliim, jika mereka miskin Allah akan mampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha mengetahui (An-Nur: 32). Ini adalah jaminan langsung dari Allah, agar masalah penghasilan tidak dikaitkan dengan pernikahan. Artinya, masalah rezki satu hal dan pernikahan hal yang lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Ash-Shidiq ketika menafsirkan ayat itu berkata, “Taatilah Allah dengan menikah. Allah akan memenuhi janjinya dengan memberimu kekayaan yang cukup.” Al-Qurthubi berkata, “Ini adalah janji Allah untuk memberikan kekayaan bagi mereka yang menikah untuk mencapai ridha Allah, dan menjaga diri dari kemaksiatan.” (lihat Tafsirul Quthubi, Al Jami’ liahkamil Qur’an juz 12 hal. 160, Darul Kutubil Ilmiah, Beirut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah mendorong seorang sahabatnya dengan berkata, “Menikahlah dengan penuh keyakinan kepada Allah dan harapan akan ridhaNya, Allah pasti akan membantu dan memberkahi.” (HR. Thabarni). Dalam hadits lain disebutkan: Tiga hal yang pasti Allah bantu, di antaranya: “Orang menikah untuk menjaga diri dari kemaksiatan.” (HR. Turmudzi dan Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Thawus pernah berkata kepada Ibrahim bin Maysarah, “Menikahlah segera, atau saya akan mengulang perkataan Umar Bin Khattab kepada Abu Zawaid: Tidak ada yang menghalangimu dari pernikahaan kecuali kelemahanmu atau perbuatan maksiat.” (lihat Siyar A’lamun Nubala’ oleh Imam Adz Dzahaby). Ini semua secara makna menguatkan pengertian ayat di atas. Di mana Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang bertakwa kepada Allah dengan membangun pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya sekarangan, mengapa banyak orang berkeluarga yang hidup melarat? Kenyataan ini mungkin membuat banyak jejaka berpikir dua kali untuk menikah. Dalam masalah nasib kita tidak bisa mengeneralisir apa yang terjadi pada sebagian orang. Sebab, masing-masing ada garis nasibnya. Kalau itu pertanyaanya, kita juga bisa bertanya: mengapa Anda bertanya demikian? Bagaimana kalau Anda melihat fakta yang lain lagi bahwa banyak orang yang tadinya melarat dan ternyata setelah menikah hidupnya lebih makmur? Dari sini bahwa pernikahan bukan hambatan, dan kemapanan penghasilan bukan sebuah persyaratan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting adalah kesiapan mental dan kesungguhan untuk memikul tanggung jawab tersebut secara maksimal. Saya yakin bahwa setiap perbuatan ada tanggung jawabnya. Berzina pun bukan berarti setelah itu selesai dan bebas tanggungjawab. Melainkan setelah itu ia harus memikul beban berat akibat kemaksiatan dan perzinaan. Kalau tidak harus mengasuh anak zina, ia harus menanggung dosa zina. Keduanya tanggung jawab yang kalau ditimbang-timbang, tidak kalah beratnya dengan tanggung jawab pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan tanggung jawab menikah jauh lebih ringan, karena masing-masing dari suami istri saling melengkapi dan saling menopang. Ditambah lagi bahwa masing-masing ada jatah rezekinya yang Allah sediakan. Tidak jarang seorang suami yang bisa keluar dari kesulitan ekonomi karena jatah rezeki seorang istri. Bahkan ada sebuah rumah tangga yang jatah rezekinya ditopang oleh anaknya. Perhatikan bagaimana keberkahan pernikahan yang tidak hanya saling menopang dalam mentaati Allah, melainkan juga dalam sisi ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan dan Menuntut Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kawan pernah mengatakan, ia ingin mencari ilmu terlebih dahulu, baru setelah itu menikah. Anehnya, ia tidak habis-habis mencari ilmu. Hampir semua universitas ia cicipi. Usianya sudah begitu lanjut. Bila ditanya kapan menikah, ia menjawab: saya belum selesai mencari ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah pepatah diucapkan para ulama dalam hal mencari ilmu: lau anffaqta kullaha lan tashila illa ilaa ba’dhiha, seandainya kau infakkan semua usiamu –untuk mencari ilmu–, kau tidak akan mendapatkannya kecuali hanya sebagiannya. Dunia ilmu sangat luas. Seumur hidup kita tidak akan pernah mampu menelusuri semua ilmu. Sementara menikah adalah tuntutan fitrah. Karenanya, tidak ada aturan dalam Islam agar kita mencari ilmu dulu baru setelah itu menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak para ulama yang menikah juga mencari ilmu. Benar, hubungan mencari ilmu di sini sangat berkait erat dengan penghasilan. Tetapi banyak sarjana yang telah menyelesaikan program studinya bahkan ada yang sudah doktor atau profesor, tetapi masih juga pengangguran dan belum mendapatkan pekerjaan. Artinya, menyelesaikan periode studi juga bukan jaminan untuk mendapatkan penghasilan. Sementara pernikahan selalu mendesak tanpa semuanya itu. Di dalam Alquran maupun Sunnah, tidak ada tuntunan keharusan menunda pernikahan demi mencari ilmu atau mencari harta. Bahkan, banyak ayat dan hadits berupa panggilan untuk segera menikah, terlepas apakah kita sedang mencari ilmu atau belum mempunyai penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pengalaman membuktikan bahwa menikah tidak menghalangi seorang dalam mencari ilmu. Banyak sarjana yang berhasil dalam mencari ilmu sambil menikah. Begitu juga banyak yang gagal. Artinya, semua itu tergantung kemauan orangnya. Bila ia menikah dan tetap berkemauan tinggi untuk mencari ilmu, ia akan berhasil. Sebaliknya, jika setelah menikah kemauannya mencari ilmu melemah, ia gagal. Pada intinya, pernikahan adalah bagian dari kehidupan yang harus juga mendapatkan porsinya. Perjuangan seseorang akan lebih bermakna ketika ia berjuang juga menegakkan rumah tungga yang Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. telah memberikan contoh yang sangat mengagumkan dalam masalah pernikahan. Beliau menikah dengan sembilan istri. Padahal beliau secara ekonmi bukan seorang raja atau konglomerat. Tetapi semua itu Rasulullah jalani dengan tenang dan tidak membuat tugas-tugas kerasulannya terbengkalai. Suatu indikasi bahwa pernikahan bukan hal yang harus dipermasalahkan, melainkan harus dipenuhi. Artinya, seorang yang cerdas sebenarnya tidak perlu didorong untuk menikah, sebab Allah telah menciptakan gelora fitrah yang luar biasa dalam dirinya. Dan itu tidak bisa dipungkiri. Masing-masing orang lebih tahu dari orang lain mengenai gelora ini. Dan ia sendiri yang menanggung perih dan kegelisahan gelora ini jika ia terus ditahan-tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi tuntutan gelora itu, tidak mesti harus selesai study dulu. Itu bisa ia lakukan sambil berjalan. Kalaupun Anda ingin mengambil langkah seperti para ulama yang tidak menikah (uzzab) demi ilmu, silahkan saja. Tetapi apakah kualitas ilmu Anda benar-benar seperti para ulama itu? Jika tidak, Anda telah rugi dua kali: ilmu tidak maksimal, menikah juga tidak. Bila para ulama uzzab karena saking sibuknya dengan ilmu sampai tidak sempat menikah, apakah Anda telah mencapai kesibukan para ulama itu sehingga Anda tidak ada waktu untuk menikah? Dari sini jika benar-benar ingin ikut jejak ulama uzzab, yang diikuti jangan hanya tidak menikahnya, melainkan tingkat pencapaian ilmunya juga. Agar seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pernikahan bukan masalah. Menikah adalah jenjang yang harus dilalui dalam kondisi apapun dan bagaimanapun. Ia adalah sunnatullah yang tidak mungkin diganti dengan cara apapun. Bila Rasulullah menganjurkan agar berpuasa, itu hanyalah solusi sementara, ketika kondisi memang benar-benar tidak memungkinkan. Tetapi dalam kondisi normal, sebenarnya tidak ada alasan yang bisa dijadikan pijakan untuk menunda pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar pernikahan menjadi solusi alternatif, mari kita pindah dari pengertian “pernikahan sebagai beban” ke “pernikahan sebagai ibadah”. Seperti kita merasa senang menegakkan shalat saat tiba waktunya dan menjalankan puasa saat tiba Ramadhan, kita juga seharusnya merasa senang memasuki dunia pernikahan saat tiba waktunya dengan tanpa beban. Apapun kondisi ekonomi kita, bila keharusan menikah telah tiba “jalani saja dengan jiwa tawakkal kepada Allah”. Sudah terbukti, orang-orang bisa menikah sambil mencari nafkah. Allah tidak akan pernah membiarkan hambaNya yang berjuang di jalanNya untuk membangun rumah tangga sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan mereka yang suka berbuat maksiat atau berzina. Mereka begitu berani mengerjakan itu semua padahal perbuatan itu tidak hanya dibenci banyak manusia, melainkan lebih dari itu dibenci Allah. Bahkan Allah mengancam mereka dengan siksaan yang pedih. Melihat kenyataan ini, seharusnya kita lebih berani berlomba menegakkan pernikahan, untuk mengimbangi mereka. Terlebih Allah menjanjikan kekayaan suatu jaminan yang luar biasa bagi mereka yang bertakwa kepada-Nya dengan membangun pernikahan. Wallahu a’lam bishshawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-6516186303540381690?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/6516186303540381690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=6516186303540381690' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/6516186303540381690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/6516186303540381690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2009/04/menikah-kenapa-takut.html' title='menikah kenapa takut'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-4637013249021957948</id><published>2009-01-10T07:09:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T07:50:25.318-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa hati'/><title type='text'>emosi harus cerdas kecerdasan emosi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SWjCnoBdtXI/AAAAAAAAAFA/Chi8iC2ndQY/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 68px; height: 91px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SWjCnoBdtXI/AAAAAAAAAFA/Chi8iC2ndQY/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289691748360893810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SWjCg-hC5NI/AAAAAAAAAE4/J4ogC0S4d6c/s1600-h/images01.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SWjCg-hC5NI/AAAAAAAAAE4/J4ogC0S4d6c/s320/images01.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289691634139849938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan : (16:125)&lt;br /&gt;Dan jika sekirannya kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka, pastilah akan terjadi kehancuran di langit-langit dan dibumi serta segala isinya (23:71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia kadang salah menyadari meyakini bahwa hidupnya akan selalu sesuai dengan apa yang dia inginkan.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;            Kecerdasan mengelola perasaan (feeling) dan luapan perasaan yang bersifat fluktuatif (mood). waspada dengan self talk. berikan pada diri kata-kata positif, mantapkan kekuatan niat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;kecakapan dalam mengelola perasaan, mengembangkan emphati, menanggulangi kondisi stress secara rasional, memotivasi diri, mengontrol dan serta berupaya memenuhi harapan orang lain.&lt;br /&gt;          mengetahui emosi yang sedang terjadi&lt;br /&gt;          menyadari bagaimana kondisi emosi akan mempengaruhi kinerja&lt;br /&gt;          memiliki waktu untuk mengevaluasi dan belajar dari pengalaman&lt;br /&gt;          terbuka terhadap umpan balik&lt;br /&gt;          berpikir jernih&lt;br /&gt;          dll&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-4637013249021957948?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/4637013249021957948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=4637013249021957948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/4637013249021957948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/4637013249021957948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2009/01/emosi-harus-cerdas-kecerdasan-emosi.html' title='emosi harus cerdas kecerdasan emosi'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SWjCnoBdtXI/AAAAAAAAAFA/Chi8iC2ndQY/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-1723228688911163174</id><published>2008-12-11T23:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T01:01:46.091-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa hati'/><title type='text'>Resep kue cinta</title><content type='html'>&lt;div id="ln0"&gt;&lt;br /&gt;BAHAN:&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln0');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln1"&gt;1 pria sehat, 1 wanita sehat, 100% Komitmen, 2 pasang restu orang tua, 1 botol kasih sayang murni.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln1');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln2');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln3"&gt;BUMBU:&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln3');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln4"&gt;1 balok besar humor, 25 gr rekreasi, 1 bungkus doa, 2 sendok teh telpon-telponan,&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln4');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln5');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln6"&gt;Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln6');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln7');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln8"&gt;TIPS:&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln8');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln9"&gt;Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln9');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln10"&gt;Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln10');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln11"&gt;mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH,&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln11');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln12"&gt;walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln12');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln13"&gt;Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK, GYM atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln13');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln14"&gt;menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln14');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln15"&gt;Gunakan Kasih sayang cap 'IMAN, HARAP &amp;amp; CINTA' yang telah mendapatkan&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln15');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln16"&gt;penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Agama&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln16');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln17');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln18"&gt;Cara Memasak:&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln18');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln19"&gt;Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln19');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln20"&gt;niat yang murni.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln20');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln21');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln22"&gt;Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln22');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln23');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln24"&gt;Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta, merata sekitar 30 menit di depan penghulu.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln24');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln25"&gt;Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan semua bumbu di atas.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln25');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln26"&gt;Kue siap dinikmati.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln26');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln27');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln28');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln29');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln30"&gt;Catatan:&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln30');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln31');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln32"&gt;Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln32');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln33"&gt;enak dinikmati dalam keadaan cinta yang hangat. Tapi kalau sudah agak&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln33');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln34"&gt;dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera,&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln34');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln35"&gt;serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln35');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln36"&gt;'Tempat Ibadah' diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln36');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln37"&gt;telepon-teleponan bila berjauhan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-1723228688911163174?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/1723228688911163174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=1723228688911163174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/1723228688911163174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/1723228688911163174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2008/12/resep-kue-cinta.html' title='Resep kue cinta'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-1118302635354714154</id><published>2008-11-28T00:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T02:20:45.968-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa hati'/><title type='text'>pendidikan untuk semua, education for all, justice for all</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/STSh-4I2IMI/AAAAAAAAAEo/kKENl8XjAgA/s1600-h/abk1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 220px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/STSh-4I2IMI/AAAAAAAAAEo/kKENl8XjAgA/s320/abk1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275019165151142082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/STSgMR8FnpI/AAAAAAAAAEg/IDqFg456krA/s1600-h/abk.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 202px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/STSgMR8FnpI/AAAAAAAAAEg/IDqFg456krA/s320/abk.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275017196391997074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;disini kita menghargai perbedaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;disini kita menghagai keberagaman kemampuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ungkapan ini yg harus menjadi bagian yg harus diperhitungkan dalam dunia pendidikan,&lt;br /&gt;karena masih ada ungkapan sekolah hanya untuk orang yang mempunyai uang saja, dan juga untuk anak  yg memiliki hambatan/ anak berkebutuhan khusus (ABK) jangan cukup hanya di SLB saja, tapi dapat sekolah di sekolah umum lainnya sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;jangan ada alasan siswa /&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;anak berkebutuhan khusus (ABK) &lt;/span&gt;akan menghambat proses belajar mengajar, jadikan semua itu tantangan untuk bagaimana mengajar yg efektif, dan selalu melakukan pengembangan dalam mengajar. tumbuhkan niat ibadah dalam mengajar, pengetahuan kita jangan hanya sebatas pada eksisitensi dunia saja.&lt;br /&gt;persepsi/pemahaman yang sama dalam mendidik adalah ibadah, atau ada ungkapan (PGA) guru adalah&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Pegawai Gaji Akhirat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita semua sama, yang membedakan adalah keimanan&lt;br /&gt;anak berkebutuhan khusus, yang sering kita anggap  kelemahan menurut sebagian orang menurut saya adalah kasih sayang,&lt;br /&gt;kalau ada orang yang mengganggap bahwa ada siswa yang memiliki kekurangan dalam pendengaran misalnya, sebenarnya adalah kasih sayang ketika dia dilindungi dari berbuat dosa dari mendengar hal-hal yang dilarang oleh ALLAH SWT, ketika ada anak yang memiliki hambatan bergerak, bagi diriku anak itu dilindungi dari berbuat dosa dari langkah kaki ke tempat maksiat. sebenarnya sungguh mulia mereka, dibandingkan kita yg sering lupa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, bahkan dengan kesempurnaan fisik ini menjadi semakin lupa dan bermaksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghargai keberagaman&lt;br /&gt;ungkapan ini menuntut seorang guru untuk selalu terus belajar dalam mengajar, bagaimana menangani siswa dengan berbeda-beda cara,&lt;br /&gt;kalau kita bisa mengajar mengajarlah, kalau tidak bisa mengajar maka belajarlah&lt;br /&gt;bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulai detik ini coba tengok disekitar kita&lt;br /&gt;perhatikan dia, beri perhatian dia&lt;br /&gt;doakan dia,&lt;br /&gt;coba lihat disekitar kita&lt;br /&gt;apakah ada anak yang memiliki hambatan, apakah dia sudah sekolah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini hanya curahan hati  hanya ingin berbagi&lt;br /&gt;kata-kata yang keluar dari lisan akan langsung keluar dari telinga&lt;br /&gt;kata-kata yang keluar dari hati maka akan singgah di hati&lt;br /&gt;mengajar lah dengan hati, ya Allah berikan kekuatan kepada hamba untuk mengamalkan apa yang hamba katakan.amiin.&lt;br /&gt;farizaudahdena@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-1118302635354714154?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/1118302635354714154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=1118302635354714154' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/1118302635354714154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/1118302635354714154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2008/11/pendidikan-untuk-semua.html' title='pendidikan untuk semua, education for all, justice for all'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/STSh-4I2IMI/AAAAAAAAAEo/kKENl8XjAgA/s72-c/abk1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-3032156951756544550</id><published>2008-11-24T21:26:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T16:57:47.432-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>13 sifat perempuan yg tidak disukai laki 2</title><content type='html'>13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki&lt;br /&gt;Oleh: Ulis Tofa, Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com - Sehingga tidak ada pertanyaan lagi oleh para istri mulai saat ini, tentang sebab mengapa para suami mereka lari dari rumah. Karena salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.&lt;br /&gt;Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki:&lt;br /&gt;Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah”&lt;br /&gt;Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.&lt;br /&gt;Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.&lt;br /&gt;Ketiga, perempuan materialistis “Maaddiyah”&lt;br /&gt;Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.&lt;br /&gt;Keempat, perempuan pemalas “muhmalah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.&lt;br /&gt;Kelima, perempuan bodoh “ghobiyyah”&lt;br /&gt;Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.&lt;br /&gt;Keenam, perempuan pembohong “kadzibah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.&lt;br /&gt;Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…&lt;br /&gt;Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya&lt;br /&gt;Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.&lt;br /&gt;Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.&lt;br /&gt;Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.&lt;br /&gt;Kesepuluh, perempuan murahan “mubtadzilah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Kesebelas, perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.&lt;br /&gt;Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah”&lt;br /&gt;Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.&lt;br /&gt;Ketigabelas, perempuan fanatis “mumillah”&lt;br /&gt;Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!&lt;br /&gt;Ketika Laki-Laki Memilih&lt;br /&gt;Dari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, maka bisa kita lihat pendapatnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Muhammad Yunus (36) tahun, menikah semenjak sebelas tahun, ia berkomentar:&lt;br /&gt;“Saya sepakat dengan hasil survai itu. Terutama sifat “banyak omong dan malas”. Tidak ada sifat yang lebih jelek dari perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan, siang-malam dalam setiap perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam kondisi sempit, dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat di luar, di mana ia membutuhkan ketenangan dan kejernihan pikiran di rumah.&lt;br /&gt;Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model ini, tidak bisa menahan lisannya di setiap pembicaraan, setiap waktu dan dengan semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan perceraian.&lt;br /&gt;Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, sedangkan ia sibuk ngobrol dengan para tetangga dan teman?!.&lt;br /&gt;Jamil Abdul Hadi, sebut saja namanya begitu, insinyur berumur 34 tahun, menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar:&lt;br /&gt;“Tidak ada yang lebih buruk dari model perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun suaminya menuruti permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini, sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian berangkat dari asuhan semenjak kecilnya. Saya tidak diuji Allah dengan model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan cengeng.&lt;br /&gt;Dengan tertawa Mahmud as Sayyid menerima hasil survai ini, ia berkomentar:&lt;br /&gt;“Demi Allah, sungguh menarik ada lembaga atau Pusat Study yang menggelar survai dengan pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa cara pandang itu satu sama lain tidak saling bertentangan…”&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Mahmud, sebut saja begitu. Belum menikah, mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang akan mendampinginya, ia mengharap:&lt;br /&gt;“Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Tetapi mengingat tidak ada istri yang “sempurna”, karena itu saya masih mungkin menerima tipe perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara amanah, tidak bisa dipercaya. Setiap orang pada umumnya tidak menyenangi sifat bohong, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Karena akan berdampak negative pada anak-anaknya, karena anak-anak akan meniru dirinya!!.&lt;br /&gt;Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan “kelaki-lakian”. Perempuan yang menyerupai laki-laki dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia berkomentar:&lt;br /&gt;“Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi sifat “kelaki-lakian” tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti nikah, mengandung, menyusui dan lainnya.”&lt;br /&gt;“Perempuan “kuat” menurut saya akan mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur keluarga dan anak-anaknya. Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap laki-laki yang “banci”, seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan. Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan sifat kelaki-lakian… segala sesuatu ada batas ma’kulnya. Jika melampaui batas sewajarnya, yang terjadi adalah dampak negatif.&lt;br /&gt;Tidak ada seorang istri yang “sempurna”. Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.”&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga para suami mampu bermuasyarah atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur’an. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Al Nisa’:19&lt;br /&gt;Dan karena perempuan “syaqaiqur rijal” saudara kembar laki-laki, yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun “baiti jannati” sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan citanya itu dalam pengembaraan kehidupan ini. Allahu a’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-3032156951756544550?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/3032156951756544550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=3032156951756544550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/3032156951756544550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/3032156951756544550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2008/11/13-sifat-perempuan-yg-tidak-disukai.html' title='13 sifat perempuan yg tidak disukai laki 2'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-42890111724377849</id><published>2008-11-24T03:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T20:07:21.712-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sekuntum “Cinta” Pengantin Syurga</title><content type='html'>&lt;h4&gt;Sekuntum “Cinta” Pengantin Syurga   &lt;/h4&gt;  &lt;span class="postedby"&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/aidil" title="Profile of Aidil Heryana, S.Sosi"&gt;Aidil Heryana, S.Sosi&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;hr align="left" color="#999999" size="1" noshade="noshade"&gt;  &lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2008/senandung-cinta-pengantin-syurga/email/" title="Kirim" rel="nofollow"&gt;&lt;img class="WP-EmailIcon" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-email/images/email_famfamfam.gif" alt="Kirim" title="Kirim" style="border: 0px none ;" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2008/senandung-cinta-pengantin-syurga/print/" title="" rel="nofollow"&gt;&lt;img class="WP-PrintIcon" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-print/images/printer_famfamfam.gif" alt="" title="" style="border: 0px none ;" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;img class="alignright size-medium wp-image-904" style="margin: 5px;" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2008/08/bunga.jpg" alt="" width="250" height="200" /&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com -&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span&gt;“Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah,”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya &lt;em&gt;Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin&lt;/em&gt; memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Bila seorang kekasih telah singgah di hati, pikiran akan terpaut pada cahaya wajahnya, jiwa akan menjadi besi dan kekasihnya adalah magnit. Rasanya selalu ingin bertemu meski sekejab. Memandang sekilas bayangan sang kekasih membuat jiwa ini seakan terbang menuju langit ke tujuh dan bertemu dengan jiwanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Indahnya cinta terjadi saat seorang kekasih secara samar menatap bayangan orang yang dikasihi. Bayangan indah itu laksana air yang menyirami, menyegarkan, menyuburkan pepohonan taman di jiwa.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Dahulu di kota Kufah tinggallah seorang pemuda tampan rupawan yang tekun dan rajin beribadat, dia termasuk salah seorang yang dikenal sebagai ahli zuhud. Suatu hari dalam pengembaraannya, pemuda itu melewati sebuah perkampungan yang banyak dihuni oleh kaum An-Nakha’. Demi melepaskan penat dan lelah setelah berhari-hari berjalan maka singgahlah dia di kampung tersebut. Di persinggahan si pemuda banyak bersilaturahim dengan kaum muslimin. Di tengah kekhusyu’annya bersilaturahim itulah dia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Sepasang mata bertemu, seakan saling menyapa, saling bicara. Walau tak ada gerak lidah! Tak ada kata-kata! Mereka berbicara dengan bahasa jiwa. Karena bahasa jiwa jauh lebih jujur, tulus dan apa adanya. Cinta yang tak terucap jauh lebih berharga dari pada cinta yang hanya ada di ujung lidah. Maka jalinan cintapun tersambung erat dan membuhul kuat. Begitulah sejak melihatnya pertama kali, dia pun jatuh hati dan tergila-gila. Sebagai anak muda, tentu dia berharap cintanya itu tak bertepuk sebelah tangan, namun begitulah ternyata gayung bersambut. Cintanya tidak berada di alam khayal, tapi mejelma menjadi kenyataan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Benih-benih cinta itu bagai anak panah melesat dari busurnya, pada pertemuan yang tersamar, pertemuan yang berlangsung sangat sekejab, pertemuan yang selalu terhalang oleh hijab. Demikian pula si gadis merasakan hal serupa sejak melihat pemuda itu pada kali yang pertama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Begitulah cinta, ketika ia bersemi dalam hati… terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…Ketika hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Ketika hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tertegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semakin dalam makna cinta direnungi, semakin besar fakta ini ditemukan. Cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Begitupun dengan si pemuda, dia berpikir cintanya harus terselamatkan! Agar tidak jadi liar, agar selalu ada dalam keabadian. Ada dalam bingkai syari’atnya. Akhirnya diapun mengutus seseorang untuk meminang gadis pujaannya itu. Akan tetapi keinginan tidak selalu seiring sejalan dengan takdir Allah. Ternyata gadis tersebut telah dipertunangkan dengan putera bapak saudaranya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Mendengar keterangan ayah si gadis itu, pupus sudah harapan si pemuda untuk menyemai cintanya dalam keutuhan syari’at. Gadis yang telah dipinang tidak boleh dipinang lagi. Tidak ada jalan lain. Tidak ada jalan belakang, samping kiri, atau samping kanan. Mereka sadar betul bahwa jalinan asmaranya harus diakhiri, karena kalau tidak, justeru akan merusak ’anugerah’ Allah yang terindah ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Bayangkan, bila dua kekasih bertemu dan masing-masing silau serta mabuk oleh cahaya yang terpancar dari orang yang dikasihi, ia akan melupakan harga dirinya, ia akan melepas baju kemanusiaannya dengan menabrak tabu. Dan, sekali bunga dipetik, ia akan layu dan akhirnya mati, dipijak orang karena sudah tak berguna. Jalan belakang ’back street’ tak ubahnya seperti anak kecil yang merusak mainannya sendiri. Penyesalan pasti akan datang belakangan, menangispun tak berguna, menyesal tak mengubah keadaan, badan hancur jiwa binasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Cinta si gadis cantik dengan pemuda tampan masih menggelora. Mereka seakan menahan beban cinta yang sangat berat. Si gadis berpikir barangkali masih ada celah untuk bisa ’diikhtiarkan’ maka rencanapun disusun dengan segala kemungkinan terpahit. Maka si gadis mengutus seorang hambanya untuk menyampaikan sepucuk surat kepada pemuda tambatan hatinya: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;”Aku tahu betapa engkau sangat mencintaiku dan karenanya betapa besar penderitaanku terhadap dirimu sekalipun cintaku tetap untukmu. Seandainya engkau berkenan, aku akan datang berkunjung ke rumahmu atau aku akan memberikan kemudahan kepadamu bila engkau mau datang ke rumahku.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Setelah membaca isi surat itu dengan seksama, si pemuda tampan itu pun berpesan kepada kurir pembawa surat wanita pujaan hatinya itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Kedua tawaran itu tidak ada satu pun yang kupilih! Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar bila aku sampai durhaka kepada Tuhanku. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Aku juga takut akan neraka yang api dan jilatannya tidak pernah surut dan padam.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Pulanglah kurir kekasihnya itu dan dia pun menyampaikan segala yang disampaikan oleh pemuda tadi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Tawaran ketemuan? Dua orang kekasih? Sungguh sebuah tawaran yang memancarkan harapan, membersitkan kenangan, menerbitkan keberanian. Namun bila cinta dirampas oleh gelora nafsu rendah, keindahannya akan lenyap seketika. Dan berubah menjadi naga yang memuntahkan api dan menghancurkan harga diri kita. Sungguh heran bila saat ini orang suka menjadi korban dari amukan api yang meluluhlantakkan harga dirinya, dari pada merasakan keindahan cintanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Sungguh selama ini aku belum pernah menemukan seorang yang zuhud dan selalu takut kepada Allah swt seperti dia. Demi Allah, tidak seorang pun yang layak menyandang gelar yang mulia kecuali dia, sementara hampir kebanyakan orang berada dalam kemunafikan.” Si gadis berbangga dengan kesalehan kekasihnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Setelah berkata demikian, gadis itu merasa tidak perlu lagi kehadiran orang lain dalam hidupnya. Pada diri pemuda itu telah ditemukan seluruh keutuhan cintanya. Maka jalan terbaik setelah ini adalah mengekalkan diri kepada ’Sang Pemilik Cinta’. Lalu diapun meninggalkan segala urusan duniawinya serta membuang jauh-jauh segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia. Memakai pakaian dari tenunan kasar dan sejak itu dia tekun beribadat, sementara hatinya merana, badannya juga kurus oleh beban cintanya yang besar kepada pemuda yang dicintainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Bila kerinduan kepada kekasih telah membuncah, dan dada tak sanggup lagi menahahan kehausan untuk bersua, maka saat malam tiba, saat manusia terlelap, saat bumi menjadi lengang, diapun berwudlu. Shalatlah dia dikegelapan gulita, lalu menengadahkan tangan, memohon bantuan Sang Maha Pencipta agar melalui kekuasaa-Nya yang tak terbatas dan dapat menjangkau ke semua wilayah yang tak dapat tersentuh manusia., menyampaikan segala perasaan hatinya pada kekasih hatinya. Dia berdoa karena rindu yang sudah tak tertanggungkan, dia menangis seolah-olah saat itu dia sedang berbicara dengan kekasihnya. Dan saat tertidur kekasihnya hadir dalam mimpinya, berbicara dan menjawab segala keluh-kesah hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Dan kerinduannya yang mendalam itu menyelimuti sepanjang hidupnya hingga akhirnya Allah memanggil ke haribaanNya. Gadis itu wafat dengan membawa serta cintanya yang suci. Yang selalu dijaganya dari belitan nafsu syaithoni. Jasad si gadis boleh terbujur dalam kubur, tapi cinta si pemuda masih tetap hidup subur. Namanya masih disebut dalam doa-doanya yang panjang. Bahkan makamnya tak pernah sepi diziarahi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Cinta memang indah, bagai pelangi yang menyihir kesadaran manusia. Demikian pula, cinta juga sangat perkasa. Ia akan menjadi benteng, yang menghalau segala dorongan yang hendak merusak keindahan cinta yang bersemayam dalam jiwa. Ia akan menjadi penghubung antara dua anak manusia yang terpisah oleh jarak bahkan oleh dua dimensi yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Pada suatu malam, saat kaki tak lagi dapat menyanggah tubuhnya, saat kedua mata tak kuasa lagi menahan kantuknya, saat salam mengakhiri qiyamullailnya, saat itulah dia tertidur. Sang pemuda bermimpi seakan-akan melihat kekasihnya dalam keadaan yang sangat menyenangkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Bagaimana keadaanmu dan apa yang kau dapatkan setelah berpisah denganku?” Tanya Pemuda itu di alam mimpinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Gadis kekasihnya itu menjawab dengan menyenandungkan untaian syair: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Kasih… &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;cinta yang terindah adalah mencintaimu, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;sebuah cinta yang membawa kepada kebajikan. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Cinta yang indah hingga angin syurga berasa malu &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;burung syurga menjauh dan malaikat menutup pintu. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Mendengar penuturan kekasihnya itu, pemuda tersebut lalu bertanya kepadanya, “Di mana engkau berada?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Kekasihnya menjawab dengan melantunkan syair:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Aku berada dalam kenikmatan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;dalam kehidupan yang tiada mungkin berakhir&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;berada dalam syurga abadi yang dijaga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;oleh para malaikat yang tidak mungkin binasa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;yang akan menunggu kedatanganmu, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;wahai kekasih…&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Di sana aku bermohon agar engkau selalu mengingatku dan sebaliknya aku pun tidak dapat melupakanmu!” Pemuda itu mencoba merespon syair kekasihnya &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Dan demi Allah, aku juga tidak akan melupakan dirimu. Sungguh, aku telah memohon untukmu kepada Tuhanku juga Tuhanmu dengan kesungguhan hati, hingga Allah berkenan memberikan pertolongan kepadaku!” jawab si gadis kekasihnya itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Bilakah aku dapat melihatmu kembali?” Tanya si pemuda menegaskan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Tak lama lagi engkau akan datang menyusulku kemari,” Jawab kekasihnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Tujuh hari sejak pemuda itu bermimpi bertemu dengan kekasihnya, akhirnya Allah mewafatkan dirinya. Allah mempertemukan cinta keduanya di alam baqa, walau tak sempat menghadirkan romantismenya di dunia. Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada mereka berdua menjadi pengantin syurga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Subhanallaah! Cinta memiliki kekuatan yang luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pantaslah kalau cinta membutuhkan aturan. Tidak lain dan tidak bukan, agar cinta itu tidak berubah menjadi cinta yang membabi buta yang dapat menjerumuskan manusia pada kehidupan hewani dan penuh kenistaan. Bila cinta dijaga kesuciannya, manusia akan selamat. Para pasangan yang saling mencintai tidak hanya akan dapat bertemu dengan kekasih yang dapat memupus kerinduan, tapi juga mendapatkan ketenangan, kasih sayang, cinta, dan keridhaan dari dzat yang menciptakan cinta yaitu Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Di negeri yang fana ini atau di negeri yang abadi nanti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;(QS. Ar-Ruum : 21).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dari Raja’ bin Umar An-Nakha’i dll.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-42890111724377849?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/42890111724377849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=42890111724377849' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/42890111724377849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/42890111724377849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2008/11/sekuntum-cinta-pengantin-syurga.html' title='Sekuntum “Cinta” Pengantin Syurga'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-7689381654799559365</id><published>2008-11-24T03:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T03:09:53.612-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegiatan'/><title type='text'>mukhoyyam tarbawi terpadu  pks kota bandung</title><content type='html'>mukhoyyam tarbawi terpadu  pks kota Bandung Jawa Barat  dilaksanakan pada tanggal 21-22 Nopember 2008 yang akan dilaksanakan di bumi perkemahan batu Kuda, Bandung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-7689381654799559365?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/7689381654799559365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=7689381654799559365' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/7689381654799559365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/7689381654799559365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2008/11/mukhoyyam-tarbawi-terpadu-pks-kota.html' title='mukhoyyam tarbawi terpadu  pks kota bandung'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-1603738967836874056</id><published>2008-11-24T02:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T00:49:55.112-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>mukhoyyam tarbawi terpadu pks kota bandung 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqGeMFqZiI/AAAAAAAAACY/4kFQf3xrRMk/s1600-h/mukhoyyam+tarbawi+terpadu+pks.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqGeMFqZiI/AAAAAAAAACY/4kFQf3xrRMk/s320/mukhoyyam+tarbawi+terpadu+pks.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272174166989760034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqGDES6IkI/AAAAAAAAACI/VFNBSUs8JGU/s1600-h/IMG1919A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 128px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqGDES6IkI/AAAAAAAAACI/VFNBSUs8JGU/s320/IMG1919A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272173701041365570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqF5Pkd0RI/AAAAAAAAACA/SEX-4hiFqtU/s1600-h/IMG1917A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 128px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqF5Pkd0RI/AAAAAAAAACA/SEX-4hiFqtU/s320/IMG1917A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272173532269105426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqFr-J3n1I/AAAAAAAAAB4/ythHbIoACzs/s1600-h/mutu1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 260px; height: 208px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqFr-J3n1I/AAAAAAAAAB4/ythHbIoACzs/s320/mutu1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272173304255848274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqFOKFueZI/AAAAAAAAABw/W8rzXBgdDdQ/s1600-h/IMG1880A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 160px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqFOKFueZI/AAAAAAAAABw/W8rzXBgdDdQ/s320/IMG1880A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272172792063621522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqE-2srr-I/AAAAAAAAABo/vBTX5-ByKDw/s1600-h/IMG1920A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 128px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqE-2srr-I/AAAAAAAAABo/vBTX5-ByKDw/s320/IMG1920A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272172529160269794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqERYwHzbI/AAAAAAAAABg/z_IKMrMTyrY/s1600-h/IMG1913A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 160px; height: 128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqERYwHzbI/AAAAAAAAABg/z_IKMrMTyrY/s320/IMG1913A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272171748027518386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.keikhlasan&lt;br /&gt;2.persiapan&lt;br /&gt;3.fisik&lt;br /&gt;4.selamat datang kesulitan selamat datang kesabaran&lt;br /&gt;5.jihad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-1603738967836874056?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/1603738967836874056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=1603738967836874056' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/1603738967836874056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/1603738967836874056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2008/11/mukhoyyam-tarbawi-terpadu.html' title='mukhoyyam tarbawi terpadu pks kota bandung 1'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SSqGeMFqZiI/AAAAAAAAACY/4kFQf3xrRMk/s72-c/mukhoyyam+tarbawi+terpadu+pks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-6574407935124969753</id><published>2008-11-17T18:33:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T18:35:57.587-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa hati'/><title type='text'>titik cinta</title><content type='html'>bukan titik yang menyebabkan tinta&lt;br /&gt;tapi tinta yang menyebabkan titik&lt;br /&gt;bukan cantik yang menyebabkan cinta&lt;br /&gt;tapi cinta yang menyebabkan cantik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-6574407935124969753?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/6574407935124969753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=6574407935124969753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/6574407935124969753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/6574407935124969753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2008/11/titik-cinta.html' title='titik cinta'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-7298706404054235606</id><published>2008-11-05T03:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T03:51:04.130-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa hati'/><title type='text'>sungguh</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sungguh, kita telah diperdaya dengan rasa malas ini. Bahkan saat malas beribadah, otak kita pun dengan kreatif akan segera berputar untuk mencari dalih ataupun alasan yang dipandang "logis dan rasional". Sehingga apa-apa yang tidak kita lakukan karena malas, seolah-olah mendapat legitimasi karena alasan kita yang logis dan rasional itu, bukan semata-mata karena malas. Ah, betapa hawa nafsu begitu pintar mengelabui kita. Lalu, bagaimana, cara kita mengatasi semua kecenderungan negatif diri kita ini ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cara paling baik yang harus kita lakukan adalah kegigihan kita melawan kemalasan diri ini, karena kecenderungan malas kalau mau diikuti terus-menerus tidak akan ada ujungnya, bahkan akan terus membelit kita menjadi seorang pemalas kelas berat, naudzubillah. Berangkat ke Mesjid, maunya dilambat-lambat, maka lawan ! Berangkat saja. Ketika terlintas, nanti saja wudlunya di Mesjid. Lawan ! Di Mesjid banyak orang, segera lakukan wudlu di rumah saja! Itu sunah. Sungguh orang yang wudhu di rumah lalu bergegas melangkahkan kakinya ke Mesjid untuk sholat, maka setiap langkahnya adalah penggugur dosa dan pengangkat derajatSesudah sholat, ketika mau dzikir, kadang terlintas urusan pekerjaan yang harus diselesaikan, maka bagi yang tekadnya kurang kuat ia akan segera ngeloyor pergi, padahal zikir tidak lebih dari sepuluh menit, ngobrol saja lima belas menit masih dianggap ringan. Atau ada juga yang sampai pada tahap zikir, diucapnya berulang-ulang, subhaanallah subhaanallah, tapi pikiran melayang kemana saja. Anehnya lagi kalau memikirkan "Dia Si Jantung Hati", konsentrasinya sungguh luar biasa. Kenapa misalnya, mengucap subhaanallah 33x yang sadar mengucapkannya, cuma satu kali? Atau ingatlah saat kita akan berdoa, kadang kita malas, ada saja alasan untuk tidak berdoa, walaupun dilakukan, akan dengan seringkas mungkin. Padahal demi ALLAH dzikir-dzikir yang kita ucapkan akan kembali pada diri kita juga.Oleh karena itu, bila muncul rasa malas untuk beribadah, itu berarti hawa nafsu berupa malas sedang merasuk menguasai hati. Segeralah lawan dengan mengerahkan segenap kemampuan yang ada, dengan cara segera melakukan ibadah yang dimalaskan tersebut. Sekali lagi, bangun dan lawan ! Insya Allah itu akan lebih dekat kepada ketaatan. Janganlah karena kemalasan beribadah yang kita lakukan, menjadikan kita tergolong orang-orang munafik, naudzubillah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ingatlah bahwa kalau kita tergoda oleh bisikan hawa nafsu berupa kemalasan dalam beribadah, maka kita ini sebenarnya sedang menyusahkan diri sendiri, karena semua perintah itu adalah karunia ALLAH buat kemaslahatan diri kita juga. Coba, ALLAH menyuruh kita berdzikir, siapa yang mendapat pahala ? Kita. ALLAH menyuruh berdoa,lalu doa diijabah, buat Siapa ? Buat kita. ALLAH sedikitpun tidak ada kepentingan manfaat atau mudharat terhadap apa-apa yang kita lakukan. Tepatlah ungkapan Imam Ibnu Atho'illah dalam kitabnya, Al Hikam, "Allah mewajibkan kepadamu berbuat taat, padahal yang sebenarnya hanya mewajibkan kepadamu untuk masuk ke dalam SURGA-NYA (dan tidak mewajibkan apa-apa kepadamu hanya semata-mata supaya masuk kedalam surga-Nya)". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka Abul Hasan Ashadily menasehatkan kepada kita, "Hendaklah engkau mempunyai satu wirid, yang tidak engkau lupakan selamanya, yaitu mengalahkan hawa nafsu dengan lebih mencintai ALLAH SWT". Maka kalau kita sengsara, kita susah, kita menderita, itu bukan karena siapa-siapa, itu semua kita yang berbuat. Padahal sungguh, setiap desah nafas yang kita hembuskan adalah amanah dari ALLAH SWT, dan sebagai titipan wadah yang harus kita isi dengan amal-amal kebaikan. Sedangkan hak ketuhanan tetap berlaku pada tiap detik yang dilalui oleh seorang hamba. Abul Hasan lebih lanjut mengatakan, "Pada tiap waktu ada bagian yang mewajibkan kepadamu terhadap ALLAH SWT (yaitu beribadah)". Jadi sungguh sangat aneh jika kita bercita-cita ingin bahagia, ingindimudahkan urusan, ingin dimulyakan, tapi justru amal-amal yang kita lakukan ternyata menyiapkan diri kita untuk hidup susah. Seperti orang yang bercita-cita ingin masuk surga tapi amalan-amalan yang dipilih amalan-amalan maksiat. Maka, sahabat-sahabat sekalian sederhanakanlah hidup kita, paksakan diri ini untuk taat kepada perintah ALLAH, kalau belum bisa ikhlas dan ringan dalam beribadah. Mudah-mudahan ALLAH yang melihat kegigihan diri kita memaksa diri ini, nanti dibuat jadi tidak terpaksa karena Dia-lah yang Maha Menguasai diri ini. Orang-orang yang sepanjang hidupnya tidak pernah mampu mengenal dirinya dengan baik, tidak akan tahu harus bagaimana menyikapi hidup ini, tidak akan tahu indahnya hidup. Demikian pun, karena tidak mengenal Tuhannya, maka hampir dapat dipastikan kalau yang dikenalnya hanyalah dunia ini saja, dan itu pun sebagian kecil belaka.Akibatnya, semua kalkulasi perbuatannya, tidak bisa tidak, hanya diukur oleh aksesoris keduniaan belaka. Dia menghargai orang semata-mata karena orang tersebut tinggi pangkat, jabatan, dan kedudukannya, ataupun banyak hartanya. Demikian pula dirinya sendiri merasa berharga di mata orang, itu karena ia merasa memiliki kelebihan duniawi dibandingkan dengan orang lain. Adapun dalam perkara harta, gelar, pangkat, dan kedudukan itu sendiri, ia tidak akan mempedulikan dari mana datangnya dan kemana perginya karena yang penting baginya adalah ada dan tiadanya.Sebagian besar orang ternyata tidak mempunyai cukup waktu dan kesungguhan untuk bisa mengenali hati nuraninya sendiri. Akibatnya, menjadi tidak sadar, apa yang harus dilakukan di dalam kehidupan dunia yang serba singkat ini. Sayang sekali, hati nurani itu - berbeda dengan dunia - tidak bisa dilihat dan diraba. Kendatipun demikian, kita hendaknya sadar bahwa hatilah pusat segala kesejukan dan keindahan dalam hidup ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengapa orang tua bisa sedemikian tahan untuk terus menerus berkorban bagi anak-anaknya? Karena, keduanya mempunyai hati nurani, yang dari dalamnya terpancar kasih sayang yang tulus suci. Walaupun tidak ada imbalan langsung dari anak-anaknya, namun nurani yang memiliki kasih sayang inilah yang memuatnya tahan terhadap segala kesulitan dan penderitaan. Bahkan sesuatu yang menyengsarakan pun terasa tidak menjadi beban.Oleh karena itu, beruntunglah orang yang ditakdirkan memiliki kekayaan berupa harta yang banyak, akan tetapi yang harus selalu kita jaga dan rawat sesungguhnya adalah kekayaan batin kita berupa hati nurani ini. Hati nurani yang penuh cahaya kebenaran akan membuat pemiliknya merasakan indah dan lezatnya hidup ini karena selalu akan merasakan kedekatan dengan Allah Azza wa Jalla. Sebaliknya, waspadalah bila cahaya hati nurani menjadi redup. Karena, tidak bisa tidak, akan membuat pemiliknya selalu merasakan kesengsaraan lahir batin lantaran senantiasa merasa terjauhkan dari rahmat dan pertolongan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Allah Mahatahu akan segala lintasan hati. Dia menciptakan manusia beserta segala isinya ini dari unsur tanah; dan itu berarti senyawa dengan tubuh kita karena sama-sama terbuat dari tanah. Karenanya, untuk memenuhi kebutuhan kita tidaklah cukup dengan berdzikir, tetapi harus dipenuhi dengan aneka perangkat dan makanan, yang ternyata sumbernya dari tanah pula.Bila perut terasa lapar, maka kita santap aneka makanan, yang sumbernya ternyata dari tanah. Bila tubuh kedinginan, kita pun mengenakan pakaian, yang bila ditelusuri, ternyata unsur-unsurnya terbuat dari tanah. Demikian pun bila suatu ketika tubuh kita menderita sakit, maka dicarilah obat-obatan, yang juga diolah dari komponen-komponen yang berasal dari tanah pula. Pendek kata, untuk segala keperluan tubuh, kita mencarikan jawabannya dari tanah.Akan tetapi, qolbu ini ternyata tidak senyawa dengan unsur-unsur tanah, sehingga hanya akan terpuaskan laparnya, dahaganya, sakitnya, serta kebersihannya semata-mata dengan mengingat Allah. "Alaa bizikrillaahi tathmainul quluub." (QS. Ar Rad [13] : 28). Camkan, hatimu hanya akan menjadi tentram jikalau engkau selalu ingat kepada Allah! Kita akan banyak mempunyai banyak kebutuhan untuk fisik ita, tetapi kita pun memiliki kebutuhan untuk qolbu kita. Karenanya, marilah kita mengarungi dunia ini sambil memenuhi kebutuhan fisik dengan unsur duniawi, tetapi qolbu atau hati nurani kita tetap tertambat kepada Zat Pemilik dunia. Dengan kata lain, tubuh sibuk dengan urusan dunia, tetapi hati harus sibuk dengan Allah yang memiliki dunia. Inilah sebenarnya yang paling harus kita lakukan.Sekali kta salah dalam mengelola hati – tubuh dan hati sama-sama sibuk dengan urusan dunia – kita pun akan stress jadinya. Hari-hari pun akan senantiasa diliputi kecemasan. Kita akan takut ada yang menghalangi, takut tidak kebagian, takut terjegal, dan seterusnya. Ini semua diakibatkan oleh sibuknya seluruh jasmani dan rohani kita dngan urusan dunia semata.Inilah sebenarnya yang sangat potensial membuat redupnya hati nurani. Kita sangat perlu meningkatkan kewaspadaan agar jangan sampai mengalami musibah semacam ini.Bagaimana caranya agar kita mampu senantiasa membuat hati nurani ini tetap bercahaya? Secara umum solusinya adalah sebagaimana yang diungkapkan di atas : kita harus senantiasa berjuang sekuat-kuatnya agar hati ini jangan sampai terlalaikan dari mengingat Allah. Mulailah dengan mengenali apa yang ada pada diri kita, lalu kenali apa arti hidup ini. Dan semua ini bergantung kecermatan kepada ilmu. Kemudian gigihlah untuk melatih diri mengamalkan sekecil apapun ilmu yang dimiliki dengan ikhlas. Jangan lupa untuk selalu memilih lingkungan orang yang baik, orang-orang yang shalih. Mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi jalan bagi kita untuk dapat lebih mengenal Allah, Zat yang telah menciptakan dan mengurus kita. Dialah satu-satunya Zat Maha Pembolak-balik hati, yang sama sekali tidak sesulit bagi-Nya untuk membalikan hati yang redup dan kusam menjadi terang benderang dengan cahaya-Nya. Wallahu’alam eramuslim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-7298706404054235606?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/7298706404054235606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=7298706404054235606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/7298706404054235606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/7298706404054235606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2008/11/sungguh.html' title='sungguh'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-1372684073675248207</id><published>2008-11-05T00:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T00:16:44.034-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa hati'/><title type='text'>saya</title><content type='html'>jatah umurku di dunia semakin berkurang&lt;br /&gt;ya Allah jadikan yg terbaik dari usiaku  pada akhir usianya&lt;br /&gt;ya Allah jadikan yg terbaik  dari hari-hariku adalah disaat bertemu dengan MU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-1372684073675248207?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/1372684073675248207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=1372684073675248207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/1372684073675248207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/1372684073675248207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2008/11/saya.html' title='saya'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-8917251371646418350</id><published>2008-11-01T01:11:00.000-07:00</published><updated>2008-11-01T01:23:44.054-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa hati'/><title type='text'>pertanyaan</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Bagaimana cara yang pasti agar kita mendapat apa yang kita inginkan?&lt;br /&gt;  2. Mengapa saya sering mendapat apa yang tidak saya inginkan..padahal saya sudah berusaha? Terus berdoa ? apakah doa saya tidak dikabulkan? (Biasanya pertanyaan seperti ini banyak yang menjawab “Allah mengetahui apa yang terbaik bagi kita ” jadiÂ dikabulkan dalam bentuk lain atau “mungkin itu menurut Allah baik bagimu” dua jawaban itu terus terang saja tidak memuaskan saya .Yang jadi pertanyaan saya lagi adalah “bagaimana agar sesuatu yang saya inginkan itu Baik menurut Allah sehingga do’a saya dikabulkan?)&lt;br /&gt;  3. Bagaimana agar sesuatu yang saya inginkan itu Baik menurut Allah sehingga do’a saya dikabulkan?&lt;br /&gt;  4. Apa yang disebut mengikhlaskan keinginan itu? seringkali setiap saya mengikhlaskan keinginan atau bersyukur kehidupan saya kualitasnya Menurun! (terima kasih atas artikel bapak tentang syukur barusan yang membuat saya menjadi lebih “ngeh” tentang arti syukur)&lt;br /&gt;  5. Bagaimana memerkuat keyakinan kita tentang sesuatu agar kita menjalankannya penuh Totalitas?&lt;br /&gt;  6. Bagaimana cara melakukan sesutu dengan senang Hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No 1 dan 2 jawabannya sama, yaitu keyakinan. Berdo’a adalah bagian dari upaya mendapatkan apa yang kita inginkan. Jika kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan karena kita belum yakin bahwa kita akan mendapatkannya. Yang jadi masalah ialah kita tidak tahu bahwa kita merasa tidak yakin. Keyakinan bisa ditunjukan perasaan dan tindakan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancangkan keinginan dan berdo’alah dengan penuh keyakinan (saya sudah membahas di artikel lain). Jika Anda yakin bahwa Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan, maka Anda harusnya sudah bahagia dan tanpa khawatir sejak saat ini juga. Jika Anda masih belum bahagia dan masih ada tanda kekhawatiran, maka Anda belum yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, adalah hak Allah untuk mengganti keinginan kita dengan hal lain. Disini pula apa yang disebut mengikhlaskan keinginan. Keinginan yang terbaik untuk kita adalah suatu keinginan yang tentu saj diridlai Allah. Mengikhlaskan keinginan adalah kita memiliki keinginan karena dan hanya untuk Allah. Jika memang keinginan kita karena dan untuk Allah, jadi kita serahkan saja kepada Allah bagaimana Allah akan memberikan keinginan kita kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut sebuah hadits, Allah akan memberikan sesuai dengan niat kita. Jika kita berniat ingin balasan dari Allah, maka kita akan mendapatkan. Jika kita ingin harta atau wanita, maka kita akan mendapatkannya. Jadi penyebab kedua mengapa kita tidak mendapatkan keinginan, karena kita tidak meniatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita bersyukur, mengikhlaskan keinginan (tawakal) kemudian kehidupan kita malah turun, saya yakin ada dua kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, bisa jadi syukur dan tawakal kita tidak benar-benar kita lakukan. Kita tidak benar-benar bersyukur dan bertawakal kepada Allah. Perbaikilah syukur kita dan tawakal kita. Sungguh akan panjang jika saya bahas secara detil, namun ciri utama saat Anda sudah melakukan syukur dan tawakal dengan benar ialah hati Anda menjadi bahagia dan tenang. Namun bukan berarti harus diam, Anda akan mendapatkan ide-ide atau gagasan yang bisa jadi petunjuk dari Allah, maka lakukanlah. Dalam kondisi syukur dan tawakal yang penuh, Anda akan melakukannya dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membina keyakinan? Saya tidak bisa menjawabnya disini. Mengapa? Karena jawabannya sangat panjang lebar, saya sudah menjawabnya di ebook saya Beautiful Mind: Berpikir Positif Islami. Adalah tidak mungkin saya menulis ulang isi ebook di satu artikel ini. Terserah Anda, apakah Anda akan mengatakan saya hanya berjualan, tetapi memang pada ebook itulah solusinya. Keputusan ada ditangan Anda&lt;br /&gt;eramuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-8917251371646418350?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/8917251371646418350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=8917251371646418350' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/8917251371646418350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/8917251371646418350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2008/11/pertanyaan.html' title='pertanyaan'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4602067736548489923.post-1340130386630276587</id><published>2008-10-30T02:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-30T02:22:03.892-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa hati'/><title type='text'>kata-kata yang keluar dari lisan</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-family: verdana;"&gt;kata-kata yang keluar dari lisan akan keluar dari telinga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-family: verdana;"&gt;tapi kata-kata yang keluar dari hati akan singgah di hati &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;"&gt;hadits  qudsi  yang  telah  disepakati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;"&gt;kesahihannya, bahwa Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;"&gt; "Aku menuruti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku."91&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4602067736548489923-1340130386630276587?l=denafarizaudah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/feeds/1340130386630276587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4602067736548489923&amp;postID=1340130386630276587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/1340130386630276587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4602067736548489923/posts/default/1340130386630276587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denafarizaudah.blogspot.com/2008/10/kata-kata-yang-keluar-dari-lisan.html' title='kata-kata yang keluar dari lisan'/><author><name>dena fariz audah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00214229382240588617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_N4fbncjCMD0/SehOjhCLf0I/AAAAAAAAAFI/sOgW51P0uz0/S220/IMG3307A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
